Minggu, 07 Maret 2010
MENULIS ADALAH PROSES BERNALAR
Menulis merupakan proses bernalar.Untuk menulis mengenai suatu topik kita harus berpikir, menghubung-hubungkan berbagai fakta, membandingkan dan mencari referensi dari berbagai sumber.
Setiap saat kita selalu berpikir, terutama disaat kita terjaga (tidak tidur), karena kegiatan berpikir yang lebih tinggi dilakukan secara sadar, tersusun dalam urutan yang saling berhubungan, dan bertujuan untuk sampai kepada suatu kesimpulan. jenis kegiatan berpikir yang terakhir inilah yang disebut kegiatan bernalar.
Proses bernalar atau singkatnya penalaran merupakan proses berpikir yang sistematik untuk memperoleh kesimpulan berupa pengetahuan kegiatan. penalaran mungkin bersifat ilmiah atau tidak ilmiah.
Karena itulah menulis bukan merupakan hal yang mudah, sebab untuk menyelesaikan suatu tulisan dibutuhkan konsentrasi dan penalaran yang tinggi. Untuk mencapai konsentrasi dan penalaran yang tinggi diperlukan ketenangan agar kita bisa mendapatkan inspirasi yang sesuai untuk tulisan yang sedang kita buat dan sangat dianjurkan untuk membaca berbagai macam referensi atau buku, karena dengan membaca wawasan kita akan bertambah sehingga kita mudah untuk membandingkan dan menghubung-hubungkan fakta.
Referensi :
Setiap saat kita selalu berpikir, terutama disaat kita terjaga (tidak tidur), karena kegiatan berpikir yang lebih tinggi dilakukan secara sadar, tersusun dalam urutan yang saling berhubungan, dan bertujuan untuk sampai kepada suatu kesimpulan. jenis kegiatan berpikir yang terakhir inilah yang disebut kegiatan bernalar.
Proses bernalar atau singkatnya penalaran merupakan proses berpikir yang sistematik untuk memperoleh kesimpulan berupa pengetahuan kegiatan. penalaran mungkin bersifat ilmiah atau tidak ilmiah.
Karena itulah menulis bukan merupakan hal yang mudah, sebab untuk menyelesaikan suatu tulisan dibutuhkan konsentrasi dan penalaran yang tinggi. Untuk mencapai konsentrasi dan penalaran yang tinggi diperlukan ketenangan agar kita bisa mendapatkan inspirasi yang sesuai untuk tulisan yang sedang kita buat dan sangat dianjurkan untuk membaca berbagai macam referensi atau buku, karena dengan membaca wawasan kita akan bertambah sehingga kita mudah untuk membandingkan dan menghubung-hubungkan fakta.
Referensi :
http://203.130.231.111/~cai/images/stories/pdf_files/BAB_VIII_Aspek_Penalaran_Karangan.pdf
Label: Bahasa Indonesia 2
Kamis, 31 Desember 2009
Paket Goceng (Berkaitan dengan Segmentasi Behavioristis)
0 komentar Diposting oleh 2tye's bLog di 20.08Pendekatan Untuk Segmentasi Behavioristis dapat dilihat pada Perusahaan-perusahaan yang membagi sebuah pasar menjadi kelompok-kelompok menurut manfaat yang mereka cari, penggunaan volume produk, dan loyalitas merek.
Produsen ayam goreng Kentucky Fried Chiken (KFC) yang sudah menjadi citra mayoritas dalam benak masyarakat Indonesia mengeluarkan promo paket makan lima ribu rupiah atau biasa dikenal paket goceng, untuk memperbesar volume penjualan produk-produk mereka pada jenis-jenis produk tertentu. Dengan sasarannya adalah para mahasiswa, anak sekolah, remaja dan lain-lain. Dengan adanya paket ini tentunya volume penjualan akan meningkat karena banyaknya permintaan untuk paket ini dan harganya pun sangat terjangkau untuk kalangan mahasiswa, anak sekolah, remaja, dan lain-lain. Tentunya produsen sangat mengerti kebutuhan dari konsumennya, yaitu dengan melihat kebiasaan masyarakat Indonesia yang suka mencari harga yang murah. Dengan adanya paket ini konsumen akan merasa senang karena dengan harga lima ribu rupiah mereka dapat menikmati paket ini.
Produsen ayam goreng Kentucky Fried Chiken (KFC) yang sudah menjadi citra mayoritas dalam benak masyarakat Indonesia mengeluarkan promo paket makan lima ribu rupiah atau biasa dikenal paket goceng, untuk memperbesar volume penjualan produk-produk mereka pada jenis-jenis produk tertentu. Dengan sasarannya adalah para mahasiswa, anak sekolah, remaja dan lain-lain. Dengan adanya paket ini tentunya volume penjualan akan meningkat karena banyaknya permintaan untuk paket ini dan harganya pun sangat terjangkau untuk kalangan mahasiswa, anak sekolah, remaja, dan lain-lain. Tentunya produsen sangat mengerti kebutuhan dari konsumennya, yaitu dengan melihat kebiasaan masyarakat Indonesia yang suka mencari harga yang murah. Dengan adanya paket ini konsumen akan merasa senang karena dengan harga lima ribu rupiah mereka dapat menikmati paket ini.
Referensi : http://e-chandra.blogspot.com/2008/09/segmentasi-pasar.html
Label: Perilaku Konsumen
;;
Subscribe to:
Postingan (Atom)




















