Minggu, 22 November 2009
Erliana Pradita / 3EA01 / 11207422
Tuti Aryanti /3EA01 / 11207120
KUISIONER KEPUASAN PELANGGAN
RM. AYAM BAKAR “PONDOK KELAPA DUA”
Bagian I
Isilah pertanyaan dibawah ini :
Jenis kelamin :
Pekerjaan :
Bagian II
Bagaimana pendapat anda mengenai kinerja RM. AYAM BAKAR “PONDOK KELAPA DUA” di bawah ini. Lingkarilah jawaban anda pada angka ysng telah tersedia dengan ketentuan sebagai berikut :
Angka 1 = Sangat Memuaskan
Angka 2 = Memuaskan
Angka 3 = Biasa Saja
Angka 4 = Kurang Memuaskan
Angka 5 = Sama Sekali Tidak Memuaskan
| No | Nama Atribut | Pemikiran Konsumen | ||||
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Citarasa Makanan | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
| 2 | Mutu Makanan | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
| 3 | Variasi Makanan | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
| 4 | Penyajian/Display Makanan | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
| 5 | Harga Makanan | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
| 6 | Kecepatan Pelayanan | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
| 7 | Keramahan Karyawan | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
| 8 | Kesesuaian/Kerapihan Karyawan | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
| 9 | Kerapihan Ruangan | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
| 10 | Kebersihan Ruangan | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
| 11 | Kenyamanan Ruangan | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
| 12 | Pelayanan yang Tepat | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Label: Metode Riset
Kamis, 19 November 2009
Erliana Pradita / 11207422
Tuti Aryanti / 11207120
PENINGKATAN AKSES DAN KUALITAS PELAYANAN KB BAGI KELUARGA MISKIN DI KABUPATEN BANGKA INDUK PROVINSI BANGKA BELITUNG
Oleh
Hadriah Oesman*
*Puslitbang KB dan Kesehatan Reproduksi, BKKBN
Dengan terjadinya perubahan sistem pemerintahan di Indonesia, KB sebagai program nasional memerlu-kan kebijakan yang jelas dan tegas di tingkat na-sional dan provinsi, sehingga pelaksanaannya dapat dilakukan oleh pemerintah kabupaten/kota. Keterli-batan masyarakat, swasta, dan LSM di daerah perlu di-galakan agar pengelolaan program KB dan KR di daerah lebih efektif dan efisien.
Kemiskinan selalu berhubungan dengan masalah pemerataan, akses dan kualitas pelayanan. Masa-lah ini umumnya terjadi di daerah-daerah yang tertinggal, daerah yang sulit dijangkau secara geografis; ketersediaan SDM yang tidak mema-dai; sumber dana dan peralatan yang kurang; serta biaya pelayanan yang tidak terjangkau. Tingkat kelahiran mereka yang tergolong miskin (TFR) lebih dari 3.0, sedangkan tingkat kelahiran pen-duduk sejahtera sudah mendekati kondisi ideal.
Telah dilakukan operational reasearch (OR) Peningkatan Akses dan Kualitas Pelayanan KB Bagi Keluarga Miskin di Kecamatan Pemali, Kab. Bangka Induk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan menggunakan wilayah kontrol :Kecamatan Kurao- Kabupaten Bangka Tengah, melalui rangkaian tahapan OR : survei data dasar, pengembangan model, intervensi dan evaluasi; dengan tujuan untuk mendapatkan model upaya peningkatan akses dan kualitas pelayanan KB bagi keluarga miskin. Rancangan OR yang dilakukan adalah dengan Pretest-Post test Control Group Design, dengan sasaran OR para pengelola program, provider dan sasaran akhir PUS GAKIN di lokasi intervensi.
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Tujuan umum :
Untuk mendapatkan model dalam rangka meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pe-layanan KB dan KR bagi keluarga miskin.
Tujuan khusus :
Melakukan assessment kondisi dan permasa-lahan pelayanan KB dan KR terutama dalam peningkatan akses, jaminan dan kualitas pelayanan KB
Menyusun rancangan model peningkatan akses dan kualitas pelayanan KB.
Melakukan intervensi yang dapat diterapkan kepada GAKIN
Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap proses pelaksanaan intervensi untuk perbaik-an dan penyempurnaan model intervensi.
Melakukan evaluasi akhir terhadap model yang telah dikembangkan.
Manfaat Penelitian :
Studi OR ini diharapkan dapat dikembangkan dan terlaksana dengan baik, sehingga ditemukan suatu model yang teruji dan dapat diterima serta dimanfaatkan oleh program dalam rangka terpenuhinya kebutuhan pelayanan KB bagi masyarakat miskin yang dapat di replikasikan di wilayah lain dengan berbagai penyesuaian. Melalui studi ini dapat diketahui sejauh mana penerapan kebijakan dari program KB-KR bagi keluarga miskin dapat berkesinambungan setelah desentralisasi.
METODOLOGI DAN KERANGKA PIKIR
Metodologi
Desain :
Suatu Operasional Riset (OR) dengan tahapan-tahapan kegiatan OR, yaitu: (1) baseline survei, Pengembangan Model, Intervensi (intervensi 1, 2, 3, dst), Monitoring proses pelaksanaan intervensi dan evaluasi.Studi ini menggunakan rancangan Pretest-Posttest Control Group Design/ Rancang-an Eksperimental Ulang, yaitu melakukan pengukuran atau observasi awal sebelum diberikan perlakukan dengan 2 kelom-pok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pada rancangan eksperimental ulang ini diperoleh empat macam kelompok observasi, 2 observasi awal dan 2 observasi akhir. Kelompok kontrol, tidak dilakukan perlakuan.
Lokasi:
Lokasi intervensi penelitian di Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka Induk, Provinsi Bangka, sementara wilayah kontrol yang dipilih adalah Kecamatan Kurao di Kabupaten Bangka Tengah.
Sasaran:
Sasaran intervensi adalah : para pengelola prog-ram dan provider di lokasi intervensi (mulai dari tingkat kabupaten hingga kecamatan dan desa). Sasaran akhir dari studi OR ini adalah wanita PUSGAKIN yang berada di lokasi uji coba (ke-camatan/desa terpilih).
Waktu dan lama penelitian :
Penelitian dilakukan selama lebih kurang dua tahun (tahun 2006-2007), mulai dari persiapan survei hingga evaluasi pasca intervensi. Persiapan dilakukan ditingkat pusat, mulai dari awal tahun anggaran 2006. Baseline survei dan pengum-pulan data dasar dilakukan pada bulan Juni tahun 2006, sedangkan intervensi dilakukan selama lebih kurang 6 bulan, kemudian dilanjutkan dengan evaluasi.
Metoda Pengumpulan Data:
Pengumpulan data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif, baik pada tahap awal (basedline) mau-pun pada akhir penelitian. Pengumpulan data secara kualitatif dilakukan dengan : Wawancara mendalam secara berkelompok, wawancara mendalam perorangan,pengisian formulir data sekunder, pengamatan secara langsung terhadap proses pelaksanaan intervensi oleh evaluator. Sedangkan pe-ngumpulan data kuantitatif di-lakukan wawancara langsung terhadap responden (PUS Wa-nita Gakin).
Kerangka Pikir
Data memperlihatkan bahwa Indonesia masih mengalami persoalan yang serius dengan kemis-kinan. Berdasarkan kajian lapangan maupun hasil penelitian ditemukan bahwa cakupan pelayanan KB dan KR serta pengetahuan terhadap KB pada kelompok keluarga miskin masih rendah. Hal ini diduga karena akses dan kualitas pelayanan KB yang rendah didorong dengan kondisi krisis ekonomi yang berkepanjangan dan masih belum kondusif.
DISKUSI DAN PEMBAHASAN
Studi Operasional Research (OR) Peningkatan Akses dan Kualitas Pelayanan KB Bagi keluarga Miskin dilakukan secara serentak di dua lokasi yaitu Provinsi Gorontalo dan Bangka Belitung, pada tahun 2006 hingga tahun 2007, yang bertujuan untuk mendapatkan model, upaya peningkatan akses dan kualitas pelayanan pada keluarga miskin.
Keberhasilan intervensi dari OR ini terlihat dari hasil evaluasi akhir, antara lain: 1) meningkatnya pengetahuan keluarga miskin atas haknya dalam mendapatkan pelayanan yang baik dan adekuat; 2) Meningkatnya demand/persepsi yang positif masyarakat miskin terhadap KB; 3) mening-katnya kesertaan ber KB dari keluarga miskin, 4) meningkatnya akses/ kemudahan pelayanan bagi keluarga miskin, meningkatnya cakupan dan pemanfaatan kartu askeskin oleh GAKIN
Sungguhpun demikian, dengan membandingkan hasil data dasar (sebelum intervensi) dan hasil di wilayah kontrol, hasil evaluasi OR menunjukkan bahwa intervensi yang dilakukan dalam beberapa hal cukup positif, dilihat dari beberapa aspek intervensi yang dilakukan, yaitu :
Aspek akses dan cakupan pelayanan KB: Akses ditinjau dari sisi jarak ketempat pelayanan bukan merupakan masalah utama bagi GAKIN di wilayah ini. Cakupan pelayanan KB bagi Gakin setelah intervensi tampak meningkat dari 79 persen menjadi 91 persen, khusus-nya untuk suntikan, pil dan implant. Intervensi terhadap pemanfaatan ASKESKIN untuk KB dinilai cukup berhasil karena terjadi peningkatan yang cukup tajam setelah intervensi.
Aspek kualitas pelayanan KB : Hasil evaluasi di kabupaten ini tidak menunjukkan penurunan. Akan tetapi dibandingkan dengan wilayah kontrol jauh lebih rendah, hampir separonya (33 persen).
Peningkatan Pengetahuan dan sikap Gakin terhadap KB dan KR : Setelah intervensi, terlihat adanya peningkatan pengetahuan dan sikap responden terhadap KB, terutama tentang alkon, KB pria, ASKESKIN. Materi KB yang diketahui oleh responden lebih bervariasi setelah intervensi Pengetahuan dan pendapat mengenai umur kawin pertama, umur melahirkan, jarak kelahiran dan jumlah anak ideal yang dimiliki sudah cukup baik.
Penguatan kelembagaan dan kemitraan: Intervensi yang dilakukan telah berhasil meng-gerakan wadah dan infrastruktur yang ada dalam memberikan pelayanan dan kepeduliannya terhadap keluarga miskin.
Keterbatasan dan Kendala :
Dari pengalaman selama lebih kurang dua tahun melaksanakan Operasional Research tentang Peningkatan akses dan Kualitas Pelayanan KB bagi Keluarga Miskin di Provinsi Bangka Be-litung, ditemukan berbagai keterbatasan dan kendala, terutama dari sisi praktis pelaksanaan di lapangan. Kendala situasi desentralisasi telah memunculkan berbagai perbedaan kepentingan antara pusat, daerah dan antar sektor terkait.
Berikut ini secara rinci dije-laskan beberapa kendala tehnis yang terjadi se-lama melaksanakan OR di provinsi ini, antara lain:
Pemahaman pengelola tentang OR yang masih kurang.
Tidak semua permasalahan dapat dilakukan melalui intervensi.
Monitoring dan Laporan hasil monitoring pelaksanaan intervensi yang kurang mak-simal.
Sasaran lokasi penelitian yang kurang tepat.
Pergantian pimpinan.
Keterbatasan waktu.
Model yang diperoleh melalui OR kurang dimanfaatkan pihak operasional, sehingga keberlangsungannya tidak dapat terjamin
Kesimpulan
Hasil evaluasi OR menyimpulkan bahwa inter-vensi yang dilakukan masih belum maksimal dan baru sebatas meningkatkan :
Pengetahuan dan memberikan sikap yang positif bagi Gakin tentang KB dan kesehatan reproduksi.
Menggerakan struktur / komponen program
Kualitas pelayanan KB dan KR
Label: Metode Riset
Erliana Pradita 3EA01/11207422
Tuti Aryanti 3EA01/11207120
(Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Jakarta)
Rini Handayani
Staf Pengajar STIE Atma Bhakti Surakarta
Email: candipram@yahoo.com
Pada dasarnya SI telah diimplementasikan di banyak perusahaan dengan biaya yang besar, namun masalah yang timbul adalah penggunaan yang masih rendah terhadap SI secara kontinus. Rendahnya penggunaan SI diidentifikasikan sebagai penyebab utama yang mendasari terjadinya productivity paradox yaitu investasi yang mahal di bidang sistem tetapi menghasilkan return yang rendah.
Afrizon (2002) melakukan penelitian terhadap 84 manajer pada industri perbankan di Indonesia dengan hasil bahwa terdapat adanya pengaruh dan hubungan yang signifikan antara perceived usefulness dan interaksi antara norma subyektif dengan ketidakwajiban terhadap minat pemnanfaatan SI.
Thompson (1991) menyatakan terdapat hubungan yang positif antara faktor sosial, affect, kesesuaian tugas, konsekuensi jangka panjang, serta hubungan negatif antara kompleksitas dan penggunaan SI.
Venkatesh dan moris (2000) melakukan penelitian untuk melihat perbedaan gender terhadap faktor sosial dan peran mereka dalam penerimaan teknologi dan perilaku pemakai dengan menggunakan konsep model berketerimaan teknologi.
Venkatesh et al. (2000) melakukan penelitian terhadap industri komunikasi, hiburan, perbankan dan administrasi publik yang menggunakan SI secara wajib (mandatory) dan sukarela (voluntary). Penelitian ini menghipotesiskan ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha dan faktor sosial mempunyai pengaruh terhadap minat pemanfaatan SI sedangkan minat pemanfaatan SI dan kondisi yang memfasilitasi pemakai berpengaruh terhadap penggunaan SI.
Permasalahan dalam jurnal penelitian ini adalah apakah terdapat pengaruh positif signifikan ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha dan faktor sosial tehadap minat pemanfaatan SI serta apakah terdapat pengaruh positif signifikan kondisi-kondisi yang memfasilitasi pemakai dan minat pemanfaatan SI terhadap penggunaan SI.
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bukti empiris untuk menguji variabel ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha dan faktor sosial terhadap minat pemanfaatan SI serta menemukan bukti empiris untuk menguji variabel kondisi-kondisi yang memfasilitasi pemakai dan minat pemanfaatan SI terhadap penggunaan SI.
Dari berbagai model yang telah diteliti, Technology Acceptance Model (TAM) yang diadopsi dari Theory of Reasoned Action (TRA) menawarkan sebagai landasan untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai perilaku pemakai dalam penerimaan dan penggunaan SI. Model TAM berasal dari teori psikologis yang berlandaskan pada kepercayaan (belief), sikap (attitude), minat (intention), dan hubungan perilaku pengguna (user behaviour relationship). Tujuan model ini adalah untuk dapat menjelaskan faktor-faktor utama dari perilaku pengguna teknologi informasi terhadap penerimaan penggunaan teknologi informasi itu sendiri.
Pengaruh ekspektasi kinerja terhadap minat pemanfaatan sistem informasi
Ekspektasi kerja (performance expectancy) didefinisikan sebagai tingkat dimana seseorang individu meyakini bahwa dengan menggunakan sistem akan membantu dalam meningkatkan kinerjanya. Venkatesh et al. (2003) menyatakan bahwa konstruk ekspektasi kinerja merupakan prediktor yang kuat dari minat pemanfaatan SI dalam setting sukarela maupun wajib. Hal tersebut konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Compeau dan Higgins (1995), Davis et al. (1989), Taylor and Tood (1995), Thompson et al. (1991), Venkatesh dan Davis (2000).
Berdasarkan uraian teoritis dan beberapa penelitian maka hipotesis pertama dinyatakan:
H1 : Ekspektasi kinerja mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap minat pemanfaatan SI.
Pengaruh ekspektasi usaha terhadap minat pemanfaatan sistem informasi
Ekspektasi usaha (effort expectancy) merupakan tingkat kemudahan penggunaan sistem yang akan dapat mengurangi upaya (tenaga dan waktu) individu dalam melakukan pekerjaanya. 3 konstruk yang membentuk konsep ini adalah kemudahan penggunaan persepsian (perceived ease of use), kemudahan penggunaan (ease of use), dan kompleksitas (Venkatesh et al. 2003). Davis et al. (1989) mengidentifikasikan bahwa kemudahan pemakaian mempunyai pengaruh terhadap penggunaan SI. Hal ini konsisten dengan penelitian Adam (1992) dan Iqbaria (1997). Menurut Venkatesh dan Moris (2000) menyatakan bahwa ekspektasi usaha menjadi determinan minat pemanfaatan sistem. Venkatesh et al. (2003), ekspektasi usaha mempunyai hubungan yang signifikan dengan minat pemanfaatan SI. Hal ini konsisten dengan penelitian Davis et al. (1989), Thompson et al (1991).
Berdasarkan uraian di atas maka dirumuskan hipotesis kedua sebagai berikut:
H2 : Ekspektasi usaha mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap minat pemanfaatan SI.
Pengaruh faktor sosial terhadap minat pemanfaatan sistem informasi
Faktor sosial diartikan sebagai tingkat dimana seorang individu menganggap bahwa orang lain meyakinkan dirinya bahwa dia harus menggunakan sistem baru. Thompson et al. (1991) dan Diana (2001) menemukan hubungan yang positif dan signifikan antara faktor-faktor sosial pemakai sistem, dimana faktor-faktor sosial ditunjukkan dari besarnya dukungan teman sekerja, manajer senior, pimpinan dan organisasi.
Berdasarkan uraian diatas maka dirumuskan hipotesis ketiga sebagai berikut:
H3 : Faktor sosial mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap minat pemanfaatan SI.
Pengaruh kondisi-kondisi yang memfasilitasi pemakai terhadap penggunaan system informasi
Schultz dan Slevien (1975) menemukan bukti empiris bahwa kondisi-kondisi yang mendukung pemanfaatan SI merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pemanfaatan SI. Sedangkan Venkatesh et al. (2003) menyatakan bahwa kondisi-kondisi yang memfasilitasi pemakai mempunyai pengaruh pada karyawan. Hipotesis yang dikembangkan untuk menguji kondisi-kondisi yang memfasilitasi pemakai terhadap penggunaan SI adalah sebagai berikut:
H4 : Kondisi-kondisi yang memfasilitasi pemakai mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap penggunaan sistem informasi.
Pengaruh minat pemanfaatan sistem informasi terhadap penggunaan sistem informasi
Triandis (1980) mengemukakan bahwa perilaku seseorang merupakan ekspresi dari keinginan atau minat seseorang (intention), dimana keinginan tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial, perasaan (affect) dan konsekuensi-konsekuensi yang dirasakan (perceived consequences), adanya manfaat yang dirasakan oleh pemakai SI akan meningkatkan minat mereka untuk menggunakan SI.
Berdasarkan hasil penelitian maka peneliti mengajukan hipotesis kelima sebagai berikut:
H5 : Minat pemanfaatan sistem informasi mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap penggunaan sistem informasi.
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari lima variabel independen yaitu ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, faktor sosial, minat pemanfaatan SI, kondisi yang memfasilitasi pemanfaatan SI dan dua variabel dependen yaitu penggunaan SI dan minat pemanfaatan SI. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan Uji t untuk menguji variabel independen dengan variabel dependen.
Desain penelitian dengan survey, variabel yang digunakan adalah variabel independen dan dependen, jenis data kualitatif, sumber data adalah data primer, populasinya adalah industri manufaktur yang terdaftar di BEJ.
Metode statistik yang digunakan dalam penenlitian ini adalah regresi berganda (multiple regression) dengan bantuan program SPSS 11.5.
Model persamaan regresi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Y1 = β1X1 + β2X2 + β3X3 + ε
Y2 = β4Y1 + β5X4 + ε
Keterangan:
Y1: Minat Pemanfaatan SI
Y2: Penggunaan SI
X1: Ekspektasi Kinerja
X2: Ekspektasi Usaha
X3: Faktor Sosial
X4: Kondisi-kondisi yang Memfasilitasi Pemakai
β: Koefisien Regresi
ε: Error
Hasil perhitungan berdasarkan minat pemanfaatan SI maka dibuat model persamaan regresi linier berganda yaitu Y1 = 0,255X1 + 0,279X2 + 0,211X3 + e. Dimana koefisien regresi X1, X2, X3 semuanya bertanda positif.
Hasil perhitungan berdasarkan penggunaan SI maka dibuat model persamaan regresi linier berganda yaitu: Y2 = 0,073Y1 + 0,578X4 + e. Dimana koefisien regresi Y1 dan X4 semuanya bertanda positif.
Hasil penelitian:
Berdasarkan bukti-bukti empiris yang diperoleh maka disimpulkan bahwa 1) ekspektasi kinerja mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap minat pemanfaatan SI. 2) variabel ekspektasi usaha berpengaruh positif signifikan terhadap minat pemanfaatan SI. 3) faktor sosial berpengaruh positif tetapi pengaruh tersebut tidak signifikan tehadap minat pemanfaatan SI. 4) kondisi-kondisi yang memfasilitasi pemakai terbukti mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan SI. 5) minat pemanfaatan SI mempunyai pengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap penggunaan SI.
Label: Metode Riset
Minggu, 25 Oktober 2009
Erliana Pradita / 11207422
Tuti Aryanti / 11207120
3EA01
PROPOSAL PENELITIAN
DATA SEKUNDER
Tema
Pengaruh Promosi Terhadap Penjualan
Judul
Analisis Pengaruh Promosi Terhadap Tingkat Penjualan Pada PT. Matahari Putra Prima Tbk. (Hypermart) Pondok Gede Plaza.
Masalah
1. Apakah promosi berpengaruh terhadap tingkat penjualan pada Hypermart Pondok Gede Plaza.
2. Seberapa besar pengaruhnya terhadap tingkat penjualan pada Hypermart Pondok Gede Plaza.
Tujuan
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana dan seberapa puas pengunjung terhadap pelayanan di restoran franchise (KFC).
Metodologi
Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu data promosi dan data penjualan. Metode yang digunakan adalah metode statistic yaitu regresi linier dengan variabel X yaitu data promosi dan variabel Y yaitu data penjualan. Model regresi linier sederhana adalah y = a + bx. Penelitian ini dibatasi hanya pada Hypermart yang ada di Pondok Gede Plaza selama 4 bulan terhitung dari bulan oktober – Januari 2009.
Label: Metode Riset
DATA PRIMER
Tema
Tingkat Kepuasan Pengunjung
Judul
Analisis Tingkat Kepuasan Pengunjung Pada Restoran Franchise (KFC)
Masalah
Bagaimana kepuasan pengunjung terhadap pelayanan, keramahan dan tingkat kecepatan saji pada restoran franchise (KFC).
Tujuan
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana dan seberapa puas pengunjung terhadap pelayanan di restoran franchise (KFC).
Metodologi
Data yang digunakan adalah data primer dengan menggunakan Skala likert. Proses pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Penelitian ini dilakukan selama 7 hari terhitung dari hari Senin-Minggu. Variabel pada penelitian ini adalah Pelayanan, keramahan dan tingkat kecepatan saji pada KFC.
Label: Metode Riset
ANALISIS KEPUASAN MAHASISWA TERHADAP PELAYANAN PSMA ON-LINE PADA UNIVERSITAS GUNADARMA
Roland Tanggu Ndendo1
Hotniar Siringoringo2
1Mahasiswa Tingkat Akhir Jurusan Teknik Industri
2Dosen Jurusan Teknik Industri
Universitas Gunadarma
Jl. Margonda Raya No. 100 Depok 16424
Masalah dan Latar Belakang
Pelayanan Universitas Gunadarma pada mahasiswa salah satunya adalah pelayanan PSMA On-line. Kegiatan yang dilaksanakan oleh PSMA on-line (Pengembangan Sistem Manajemen Akademik) untuk memenuhi kebutuhan akademik mahasiswa universitas gunadarma, seperti Kartu Rencana Studi (KRS), daftar ulang dan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM). Pada aktivitas pelayanan yang diberikan tersebut, masih terdapat kemungkinan mahasiswa kurang merasa terpuaskan karena adanya atribut pelayanan yang dianggaptidak optimal.
Tujuan
Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan mahasiswa pada sistem pelayanan PSMA On-line yang ada pada Universitas Gunadarma.
Hasil
Indeks kepuasan pelanggan untuk dimensi keandalan menunjukkan hampir semua indikator memiliki kesenjangan negatif. Hanya indikator prosedur pembuatan KTM dan daftar ulang memiliki kesenjangan positif. Hal ini berarti mahasiswa mempersepsikan hanya prosedur pembuatan KTM dan daftar ulang yang sudah bagus.
Indeks kepuasan pada dimensi bukti langsung menunjukkan semua atribut memiliki kesenjangan negatif. Hasil ini menunjukkan bahwa mahasiswa mempersepsikan semua atribut lebih rendah dibandingkan dengan harapan mereka. Semua atribut dengan demikian perlu diperbaiki.
Kepuasan pelanggan dimensi empati diukur hanya dengan satu atribut, yaitu ketepatan karyawan PSMA On-line menanggapi pertanyaan atau keluhan mahasiswa. Kesenjangan bernilai negatif, artinya harapan pelanggan akan kecepatan karyawan PSMA On-line menanggapi pertanyaan atau keluhan mahasiswa mengenai pelayanan PSMA On-line lebih tinggi dibandingkan apa yang dipersepsikan selama ini. Hal ini mengindikasikan, bahwa pelanggan belum terpuaskan, sehingga perlu dilakukan evaluasi dan perbaikan pada atribut pelayanan tersebut.
Kepuasan pelanggan akan dimensi daya tanggap, yang diukur menggunakan dua atribut, menunjukkan bahwa ketidakpuasan mahasiswa. Meskipun mahasiswa menunjukkan ketidakpuasan akan kedua atribut ini, berdasarkan diagram kartesius, kedua atribut tidak mendapatkan prioritas penting dalam pernaikan.
Dimensi jaminan memiliki dua atribut, dan seperti dimensi lainnya, mahasiswa menunjukkan ketidakpuasan pada kedua atribut. berdasarkan diagram kartesius, kedua atribut ini merupakan atribut yang harus diprioritaskan untuk diperbaiki.
Dari uraian di atas, hasil menunjukkan bahwa mahasiswa belum merasa puas akan pelayanan yang diberikan oleh PSMA On-line. Atribut pelayanan yang perlu diperbaiki adalah berhubungan dengan waktu, fasilitas, ruangan dan SDM.
Metodologi
Data yang digunakan merupakan data primer, dengan responden seluruh mahasiswa Universitas Gunadarma. Variable penelitian adalah variable persepsi, variabel harapan dan variabel kepuasan mahasiswa terhadap pelayanan PSMA On-line. Persepsi dan harapan diukur menggunakan lima (5) dimensi yaitu, keandalan, bukti langsung, empati, daya tanggap, dan jaminan. Kuesioner terlebih dahulu diuji validitas dan reabilitasnya sebelum digunakan sebagai instrumen penelitian.
Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang bersifat terbuka dan tertutup. Rancangan kuesioner yang digunakan terdiri dari beberapa bagian yaitu profil responden, persepsi dan harapan kualitas pelayanan. Tidak semua mahasiswa menjadi responden. Pemilihan esponden didasarkan pada sampel acak. Berdasarkan hasil perhitungan, ditetapkan sampel penelitian sebanyak 390 unit.
Analisis data dilakukan dengan metode servqual. Proses analisis meliputi pengelompokkan atribut pernyataan ke dalam lima (5) dimensi, menghitung rata-rata terhadap persepsi dan harapan pelanggan, menghitung rata-rata bobot persentase tiap dimensi dan menganalisis data dengan diagram kartesius.
Pengelompokkan atribut penyataan dilakukan berdasarkan lima (5) dimensi kualitas servqual. Perhitungan nilai rata-rata harapan dan persepsi dilakukan berdasarkan pengelompokkan atribut pernyataan yang telah disusun ke dalam lima (5) dimensi. Hasil perhitungan nilai rata-rata harapan dan persepsi tersebut akan digunakan untuk mengukur nilai kesenjangan antara harapan dan persepsi. Diagram kartesius akan digunakan untuk mengidentifikasi indikator yang sudah bagus dan yang masih perlu diperbaiki.
Label: Metode Riset




