Kamis, 13 Mei 2010
BAHASA INDONESIA DALAM KONSEP ILMIAH
Bahasa Indonesia merupakan bahasa pemersatu bagi bangsa Indonesia, dengan adanya bahasa kita dapat saling berkomunikasi satu sama lain. Tanpa bahasa kita akan mengalami kesulitan dalam berkomunikasi, karena adanya perbedaan maksud yang ingin disampaikan. Bahasa Indonesia tidak hanya digunakan untuk berkomunikasi melainkan dapat digunakan dalam penulisan karya ilmiah.
Dalam menulis karya ilmiah dibutuhkan bahasa yang baik dan benar sesuai dengan EYD, karena karya ilmiah merupakan sumber ilmu yang akan dipakai sebagai referensi (rujukan) bagi karya lain. Jika sebuah karya ilmiah menggunakan bahasa yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, ditakutkan akan terjadi multipenafsiran pada tiap-tiap orang. Untuk mengantisipasi hal tersebut dibutuhkan bahasa yang baik dan benar sesuai dengan kaidah yang berlaku.
Kemampuan berbahasa yang baik dan benar merupakan persyaratan mutlak untuk membuat karya ilmiah sebab bahasa merupakan sarana komunikasi ilmiah yang pokok. Tanpa penguasaan tata bahasa dan kosakata yang baik akan sukar bagi seorang ilmuan untuk mengkomunikasikan gagasannya kepada pihak lain. Dengan bahasa selaku alat komunikasi, kita bukan saja menyampaikan informasi tetapi juga argumentasi, di mana kejelasan kosakata dan logika tata bahasa merupakan persyaratan utama.
Label: Bahasa Indonesia 2
Label: Bahasa Indonesia 2
Kamis, 15 April 2010
Tugas 3
Kerjakan latihan bab IV (Deduksi) dari buku Argumentasi dan Narasi karya Gorys Keraf dari no. 1 sampai dengan no.5
1. Apa yang akan Anda simpulkan dengan mempergunakan data-data berikut :
a. Hasil tahun pertama Pelita I bagi Departemen PUTL adalah : Anggaran yang diterapkan Rp. 33.690.000.000,- Sebelum habis tahun, anggaran itu sudah habis dipakai ; sebab itu, Departemen ini mendapat tambahan anggaran sebesar Rp. 6.365.000.000,-
Jawab :
dari data di atas dapat disimpulkan bahwa anggaran untuk departemen PUTL adalah sebesar Rp.40.055.000.000,-
b. Departemen P & K :
Anggaran belanja yang diterapkan Rp. 5.500.000.000,- dalam bulan Pebruari 1970 baru digunakan Rp. 2.500.000.000,-
Jawab :
Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa Anggaran belanja untuk Departemen P&K masih sisa sebesar Rp. 3.000.000.000,-
c. Departemen Pertanian :
Anggaran yang diterapkan Rp. 6.697.948.200,-
Terpakai Rp. 6.675.415.470,-
Jawab :
Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa Anggaran untuk Departemen pertanian masih sisa sebesar Rp. 22.532.730,-
2. Jalan pikiran di bawah ini mempergunakan corak penalaran yang mana? Benarkah proses penalaran itu?
a. Untuk memahami seorang pemabuk, maka seorang penyelidik harus minum sampai mabuk.
Jawab : silogisme hipotesis (tidak benar).
b. Pemerintah berkewajiban menjaga keselamatan jiwa raga bangsa Indonesia. Untuk menjaga keselamatan jiwa raga bangsa dan moral bangsa, pemerintah berhak mengadakan sensor terhadap film-film. Untuk itu pemerintah membentuk panitia sensor yang bertugas mensensor semua film. Sebab itu apa pun keputusan panitia, harus diterima oleh semua rakyat Indonesia.
Jawab : Silogisme kategorial (benar).
c. Mereka yang melakukan korupsi jutaan rupiah atas uang Negara, diminta untuk menyelesaikan perkaranya di luar pengadilan. Orang-orang semacam itu biasanya orang yang berada dan berkedudukan tinggi. Mat Bagong ditangkap, dipukul dan ditahan berbulan-bulan karena memalsukan kuitansi pengobatan dengan selisih Rp.150,-. Ia akhirnya dijatuhi hukuman penjara tiga bulan. Sebab itu, lebih baik mengkorup uang jutaan rupiah dari pada memalsukan kuitansi yang berjumlah Rp.150,-
Jawab : Rantai deduksi (tidak benar).
3. Tetapkan jenis silogisme berikut :
a. Tiap orang Indonesia termasuk pembayar pajak atau tidak. Ia adalah pembayar pajak. Sebab itu, ia tidak termasuk orang Indonesia yang tidak membayar pajak.
Jawab : Silogisme hipotesis.
b. Seorang yang dikuasai kemarahan akan kehilangan akal sehatnya. Pak Sabar tidak pernah marah sesaat pun. Sebab itu, ia tidak pernah kehilangan akal sehatnya.
Jawab : Silogisme kategorial
c. Mereka yang dari lahir sudah kaya, tidak dapat membayangkan bagaiman menjadi orang miskin. Pak Karta adalah orang yang tidak kaya dari kelahiran. Sebab itu, ia dapat membayangkan betapa menjadi orang miskin.
Jawab : Silogisme alternatif.
d. Semua yang masuk perguruan tinggi adalah mahasiswa. Bejo adalah seorang yang masuk perguruan tinggi. Sebab itu Bejo adalah seorang mahasiswa.
Jawab : Silogisme kategorial.
4. “Karena semua pesawat Garuda yang saya tumpangi adalah pesawat yang bermesin yet, maka semua pesawat milik Garuda adalah pesawat bermesin yet.”
Yang mana dari penalaran berikut paling mirip dengan penalaran di atas? Jelaskan!
a. Karena semua mahasiswa yang telah saya jumpai adalah orang-orang yang cerdas, maka tampaknya hanya sedikit yang akan gagal dalam ujian.
Jawab : Tidak mirip, karena tidak ada keterkaitan.
b. Semua bahasa di dunia yang pernah saya pelajari memiliki kata seru; kata seru ini merupakan unsur primitif dari bahasa yang berbentuk kalimat yang masih bertahan.
Jawab : Tidak mirip
c. Karena semua novel yang ditulisnya cenderung bernada seks, maka agaknya ia tertarik dengan masalah seks.
Jawab : penalaran ini mirip dengan penalaran di atas.
d. Karena semua buruh di perusahaan itu rajin melaksanakan tugasnya, maka semuanya adalah buruh yang penuh tanggung jawab.
Jawab : Penalaran ini tidak mirip denga penalaran di atas.
e. Karena semua kapal yang pernah saya tumpangi memberikan pelayanan yang sangat memuaskan, maka semua kapal sangat memuaskan servisnya.
Jawab : penalaran ini mirip dengan penalaran di atas karena keduanya saling berkaitan.
5. Perluaslah entimem berikut menjadi sebuah silogisme!
a. Ia seorang warga Negara yang baik, sebab setiap ada aksi-aksi sosial untuk kepentingan bangsa ia selalu ikut.
Jawab :
Mayor : seorang warga yang baik adalah selalu ikut setiap ada aksi-aksi sosial untuk kepentingan bangsa.
Minor : Ia adalah seorang warga yang baik.
Konklusi : sebab itu, ia selalu ikut setiap ada aksi-aksi sosial untuk kepentingan bangsa.
(kategorial)
b. Ia pasti seorang ahli dalam bidang matematika, karena ia mengajar matematika di fakultas tersebut.
Jawab :
Mayor : Siapa saja yang ahli dalam bidang matematika adalah yang mengajar matematika di Fakultas tersebut.
Minor : Ia adalah seorang yang ahli dalam bidang matematika.
Konklusi : Sebab itu, ia yamg mengajar matematika di fakultas tersebut ahli dalam bidang matematika.
(kategorial)
c. Kita harus membantu usaha peri kemanusiaan yang telah dicetuskan oleh presiden, karena usaha itu merupakan jalan yang paling baik untuk memajukan putra-putri Irian Jaya.
Jawab :
Mayor : Usaha peri kemanusiaan yang telah dicetuskan oleh presiden adalah untuk memajukan putra-putri Irian Jaya.
Minor : Usaha itu merupakan jalan yang paling baik.
Konklusi : Usaha itu merupakan jalan yang paling baik untuk memajukan putra-putri Irian Jaya.
(kategorial)
d. Mereka menerima syarat kerja itu, karena mengandung pasal-pasal yang memberikan harapan untuk perbaikan nasibnya.
Jawab :
Mayor : Syarat kerja itu mengandung pasal-pasal yang memberikan harapan untuk perbaikan nasibnya.
Minor : Mereka menerima syarat kerja itu.
Konklusi : Mereka yang menerima syarat kerja itu yang mengandung pasal-pasal yang memberikan harapan untuk perbaikan nasibnya.
e. Ia pasti berhasil dalam dunia usaha internasional, karena ia menguasai lima bahasa dunia.
Jawab :
Mayor : Jika ia menguasai lima bahasa dunia, maka ia pasti berhasil dalam dunia usaha internasional.
Minor : Ia menguasai lima bahasa dunia.
Konklusi : sebab itu, ia pasti berhasil dalam dunia usaha internasional.
(hipotesis)
f. Ia harus memasuki perguruan tinggi, karena ia berbakat.
Jawab :
Mayor : Jika ia berbakat, maka ia harus memasuki perguruan tinggi.
Minor : Ia berbakat.
Konklusi : sebab itu, ia harus memasuki perguruan tinggi.
Label: Bahasa Indonesia 2
Minggu, 07 Maret 2010
Generalisasi adalah penalaran induktif dengan cara menarik kesimpulan secara umum berdasarkan sejumlah data. Jumlah data atau peristiwa khusus yang dikemukakan harus cukup dan dapat mewakili.
Contoh paragraf Generalisasi
Setelah tugas menggambar siswa kelas 4A diperiksa, ternyata banyak yang mendapatkan nilai A, Mira, Dina dan Arin mendapatkan nilai B, hanya Rakha yang mendapat nilai C, dan tidak seorangpun mendapat nilai dibawah C. Bisa dikatakan, siswa yang ada di kelas 4A cukup pandai menggambar.
Paragraf dengan pola pengembangan Analogi
Analogi adalah bentuk pengungkapan suatu objek yang dijelaskan dengan objek lain yang memiliki kesamaan atau kemiripan. Biasanya, pengembangan Analogi dilakukan dengan bantuan kiasan kata-kata yang digunakan yaitu ibaratnya, seperti dan bagaikan.
Contoh paragraf Analogi
Hidup manusia ibarat roda yang terus berputar. Kadang ada di atas dan kadang berada di bawah. Saat mereka berada di atas mereka bisa mendapatkan apapun yang mereka inginkan, tapi sebaliknya ketika mereka berada di bawah sulit sekali untuk meraih keinginan yang mereka dambakan. Ada kalanya bagi mereka yang sedang berada di atas janganlah bersikap sombong dan ingatlah bahwa kesuksesab tersebut hanya bersifat sementara. Dan bagi mereka yang berada di bawah, janganlah berputus asa. Karena masih banyak cara untuk mendapatkan kesuksesan tersebut yaitu dengan berusaha dan berdoa.
Paragraf dengan pola pengembangan Sebab – Akibat
Pengembangan paragraf dengan cara Sebab – Akibat dilakukan jika menerangkan suatu kejadian, baik dari segi penyebab maupun dari segi akibat. Ungkapan yang sering digunakan yaitu padahal, akibatnya, oleh karena itu, dan karena.
Contoh paragraf Sebab – Akibat
Kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya haruslah ditanamkan sejak dini. masih banyak masyarakat yang tidak memperdulikan hal tersebut. Mereka menganggap hal tersebut hanyalah slogan yang tidak perlu diperhatikan. Tanpa rasa bersalah mereka membuang sampah sembarangan sehingga wilayah sekitar menjadi kotor dan tidak sehat. Dan bila musim hujan tiba, banjir melanda ibukota.
Referensi : http://duniaparagraf-duniaparagraf.blogspot.com/
Label: Bahasa Indonesia 2
Setiap saat kita selalu berpikir, terutama disaat kita terjaga (tidak tidur), karena kegiatan berpikir yang lebih tinggi dilakukan secara sadar, tersusun dalam urutan yang saling berhubungan, dan bertujuan untuk sampai kepada suatu kesimpulan. jenis kegiatan berpikir yang terakhir inilah yang disebut kegiatan bernalar.
Proses bernalar atau singkatnya penalaran merupakan proses berpikir yang sistematik untuk memperoleh kesimpulan berupa pengetahuan kegiatan. penalaran mungkin bersifat ilmiah atau tidak ilmiah.
Karena itulah menulis bukan merupakan hal yang mudah, sebab untuk menyelesaikan suatu tulisan dibutuhkan konsentrasi dan penalaran yang tinggi. Untuk mencapai konsentrasi dan penalaran yang tinggi diperlukan ketenangan agar kita bisa mendapatkan inspirasi yang sesuai untuk tulisan yang sedang kita buat dan sangat dianjurkan untuk membaca berbagai macam referensi atau buku, karena dengan membaca wawasan kita akan bertambah sehingga kita mudah untuk membandingkan dan menghubung-hubungkan fakta.
Referensi :
http://203.130.231.111/~cai/images/stories/pdf_files/BAB_VIII_Aspek_Penalaran_Karangan.pdf
Label: Bahasa Indonesia 2




